Sifat-Sifat Nabi Muhammad S.A.W. -

Oleh: Nurul Syahirah Bt Omar

Fizikal Nabi

Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW., padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW. itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya. 

Kebiasaan Nabi

Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW. itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya. 

Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin. 

Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra. ) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW. itu. 


Rumah Nabi

Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW. lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta'ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain. 

Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: "Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat", tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu sahaja. 

Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwalagamanya. 


Luaran Nabi

Berkata Al-Hasan r. a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW. ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan. 

Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun. 

Majlis Nabi

Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW. dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW. tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali. 
Baginda tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan. 

Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW. pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW. selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala. 
Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!". Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu. 

Diamnya Nabi

Berkata Al-Hasan r. a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW. bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat. (Nukilan Thabarani - Majma'uz-Zawa'id 8:275) 

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau
Perlis
MALAYSIA

H: 013-4006206
P: 04-9882701
E: abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
W: abdazizharjin.blogspot.com

Kelebihan Malam & Hari Jumaat Serta Amalannya -

Oleh: Siti Noorayhan Bt Abu Hassan

PENDAHULUAN

SEJARAH PERMULAAN SOLAT JUMAAT

Dalam hadis-hadis yang shahih banyak dijelaskan, bahawa permulaan Rasulullah SAW mengerjakan solat Jumaat pertama kali ialah di Madinah, dimana setelah Rasulullah sampai di Quba’ dalam perjalanan ke Madinah, Rasulullah berhenti di kampung Amr Ibn ‘Auf. Baginda tinggal disitu selama beberapa hari iaitu dari hari Isnin higga hari Khamis. Dalam masa empat hari itu baginda telah membina sebuah masjid bersama dengan kaum Muslimin. kemudian pada hari Jumaat Rasulullah meneruskan perjalanannya. Ketika tiba waktu solat Jumaat baginda telah sampai ke kampung Bani Salim Ibn ‘Auf. Maka baginda terus mengerjakan solat Jumaat di salah satu masjid di dalam sebuah lembah. Maka itulah permulaan solat Jumaat yang dilaksanakan Rasulullah SAW di daerah Madinah. Khutbah Rasulullah yang pertama yang disampaikan ialah mengenai jumlah orang yang mengikuti solat Jumaat dan mengenai syarat jamaah dalam mendirikan solat Jumaat. Tambahan lagi, kaum muslimin wajib mengerjakan solat Jumaat di mana sahaja dia berada. Sebab dinamakan solat
Jumaat diantaranya ialah dikerjakan pada hari Jumaat. Selain itu, sesetengah ulama’ berpendapat bahawa dinamakan solat Jumaat kerana pada hari itu para penduduk berkumpul atau berjamaah. Menurut Al-Allamah Muhammad Ahmad Syakir pula menegaskan bahawa jemaah itu merupakan suatu tuntutan yang berdiri sendiri yang bermaksud mereka yang tidak menghadiri solat Jumaat tanpa ada halangan atau uzur maka ia berdosa. Sementara itu menurut mazhab Imam Syafi’I berjamaah dalam mengerjakan solat Jumaat itu wajib dan termasuk dalam syarat sah mendirikan solat Jumaat. Seandainya seseorang meninggalkan atau tertinggal atau tidak sempat menunaikannya harus menggantinya dengan solat Zohor. Solat Jumaat ialah solat dua rakaat sesudah khutbah pada waktu Zohor di hari Jumaat. Hukumnya ialah fardu Ain, ertinya wajib keatas tiap-tiap lelaki yang dewasa, yang beragama islam, merdeka dan bermaustatin. Tidak wajib keatas perempuan, kanak-kanak, hamba sahaya dan orang yang sedang dalam perjalanan. 

Firman Allah SWT ; “hai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseur untuk solat pada hari Jumaat, maka hendaklah kamu segera mengingat Allah dan tinggallah jual beli”. (Al-Jum’ah:9) 

Kemudian Raulullah bersabda; “Jumaat itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap orang islam dengan berjamaah bersama-sama, kecuali empat macam, hamba sahaya, perempuan, kanak-kanak, dan orang sakit. ” (HR Abu Daud dan Hakim) 

Antara halangan dalam mengerjakan solat Jumaat pula ialah kerana sakit yang memudaratkan dan hujan iaitu apabila hujan itu menimbulkan kesukaran seseorang itu hendak ke masjid. Khutbah Jumaat mempunyai rukun dan syarat. Antara rukun dua khutbah Jumaat ialah mengucap puji-pujian kepada Allah, selawat keatas Rasulullah SAW, mengucap syahadah, berwasiat atau memberikan nasihat, membaca ayat Al-Qur’an pada salah satu khutbah, mendoakan untuk mukminin dan mukminat pada khutbah kedua. Antara syarat-syarat dua khutbah pula ialah hendaklah kedua-dua khutbah itu dimulai sesudah tergelincir matahari, sewaktu berkhutbah khatib hendaklah berdiri jika berkemampuan, ksatib hendaklah duduk di antara dua khutbah, hendaklah bersuara jelas mudah didengari oleh siding Jumaat, hendaklah berturut-turut (baik rukunnya atau jarak keduanya mahupun dengan solat), khatib hendaklah suci daripada hadas dan najis dan khatib harus menutup aurat. Hikmah mengerjakan solat Jumaat pula ialah dapat mendidik umat Islam untuk hidup bermasyarakat dengan tertib dan teratur. Selain itu, solat Jumaat mengandungi nilai-nilai rohaniah dan kemasyarakatan yang sangat tinggi disamping bertujuan menyatukan kaum muslimin dan menumbuhkan rasa kasih sayang sesama umat Islam. Tambahan lagi dapat membangun persatuan kaum muslimin yang kuat dan dapat memuhasabahkan diri. 

HIKMAH HARI JUMAAT

Antara hikmah-hikmah yang terdapat dalam buku ini ialah hari yang paling utama. Disini terdapat dua hadis yang menyatakan hari Jumaat adalah hari yang paling utama. Yang pertama, Abu Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Aus bin Aus ra. Berkata, Rasulullah SAW bersabda : “sesungguhnya yang utama dari hari-harimu ini ialah hari Jumaat, di dalamnya terjadi Nabi Adam as, dan pada hari itu juga beliau wafat, dan pada hari itu juga akan ditiup sangkakala, dan pada hari itu juga akan mati semua makhluk. Maka perbanyakanlah membaca selawat kepadaku, kerana selawatmu itu disampaikan kepadaku. ”

Dalam sebuah hadis yang lain Rasulullah menjelaskan. “ Barang siapa yang pergi ke masjid untuk solat Jumaat pada waktu pertama, maka seolah-olah dia telah mengorbankan seekor unta. Dan siapa yang pergi pada saat kedua, maka seolah-olah ia telah mengorbankan seekor lembu. Siapa yang pergi pada saat ketiga, maka seolah-olah dia telah pergi mengorbankan sekor biri-biri. Siapa yang pergi ke masjid pada saat keempat, maka seolah-olah dia telah mengorbankan seekor ayam. Dan siapa yang pergi ke masjid pada waktu kelima, maka seolah-olah telah menghadiahkan sebiji telur. Kemudian apabila imam telah, maka ditutuplah pintu cacatan, diletakkan pena dan berkumpullah para malaikat di sisi mimbar untuk mendengarkan khutbah. Siapa yang datang selepas itu, maka ia hanya datang untuk hak solat sahaja, dia tidak memperoleh apa-apa keutamaan” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 

Hikmah yang kedua yang boleh diperoleh pada hari Jumaat ialah masa yang mustajab untuk berdoa. Pada hari Jumaat ini adalah masa yang paling bagus dan mustajab jika kaum Muslimin berdoa dan mengharap sesuatu daripada Allah SWT. Dari Abdurrahman bin Yazid dan Abu Lubabbah bin Abdil munzir, Rasulullah SAW bersabda: “ Hari Jumaat besar di sisi Allah, bahkan labia besar dari Hari Aidil Fitri dan Aidil Adha, dan di dalamnya ada lima kelebihan iaitu, hari Allah menjadikan Nabi Adam as, hari Allah menurunkan Nabi Adam as ke bumi, hari wafatnya Nabi Adam as, pada hari itu ada saat mustajab, tiada seorang pun yang berdoa saat itu melainkan Allah pasti memberinya, selama tidak meminta yang haram dan pada hari itulah akan berlakunya kiamat dan tiada seorang Malaikat Muqarrab di langit atau dibumi melainkan ia merasa khuatir (sayang) pada hari Jumaat”

Mengenai masa yang mustajab memohon doa kepada Allah, Rasulullah ada menyebutkan; “Sesungguhnya Rasulullah membicarakan tentang hari Jumaat ia berkata. “ Padanya terdapat suatu saat yang tidak ditemui oleh seorang hamba (Allah) yang Muslim dengan ia mendirikan solat sambil memohon kepada Allah akan sesuatu, melainkan apa yang dimohonnya akan diberikan kepadanya. Ia mengisyaratkan dengan tangannya yang diangkatkan. ” (HR Bukhari dan Muslim) 

Yang ketiga ialah hari penambahan kurnia. Banyak hadis yang menerangkan bahawa hari Jumaat ini merupakan hari tambahan kurnia dari Allah SWT untuk para hambanya. Hikmah yang keempat ialah hari penuh keampunan dan barakah. Yang kelima ialah hari untuk umat Muhammad SAW. Allah berfirman: “ Hai Musa, untukmu hari Sabtu, untuk Isa hari Ahad, untuk Al-Khalil Ibrahim hari Isnin, untuk Zakaria hari Selasa, untuk Yahya hari Rabu, untuk Adam hari Khamis dan untuk Muhammad SAW beserta umatnya hari Jumaat” Menurut keterangan Rasulullah SAW hari Jumaat adalah penghulu sekelian hari yang mengandungi ketinggian. Hikmah yang keenam pula ialah terpelihara dari fitnah kubur iaitu orang-orang yang matinya pada hari atau malam Jumaat, dipelihara Allah ia dari fitnah kubur. Dalam sebuah hadis ada menyatakan : “Dari Abdullah bin Amr ra. Dari Nabi SAW beliau bersabda: Tidaklah dari seseorang Muslim yang mati pada hari atau pada malam Jumaat, melainkan ia dipelihara Allah dari fitnah kubur. ” (HR Tarmizi) 

Hikmah yang ketujuh ialah baik untuk melangsungkan pernikahan. Telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. Ia berkata, Rasulullah telah ditanya oleh orang tentang hari Jumaat, maka baginda menjawab : Hari Jumaat adalah hari silaturrahim dan hari pernikahan. Kemudian sahabat bertanya lagi : Mengapa demikian ya baginda? Rasulullah pun menjawab : Kerana para anbiya’ pada masa lalu melaksanakan pernikahan pada hari tersebut. Antaranya ialah pernikahan antara Nabi Adam as dengan Siti Hawa, Nabi Yusuf as dengan Siti Zulaikha, Nabi Musa as dengan Shafrawa, Nabi Sulaiman as dengan Puteri Balqis, Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah, Rasulullah SAW dengan Siti Aisyah dan pernikahan antara Sayyidina Ali bin Abi Talib dengan Fatimah. 

AMALAN MALAM JUMAAT
Pada malam Jumaat ini banyak amalan-amalan yang mesti kita lakukan dalam usaha kita memperbanyakkan amal ibadah kepada Allah SWT dan janganlah sesekali kita mengharapkan keutamaan semata-mata sehingga kita lupa bahawa semuanya itu merupakan tanggungjawab yang mesti kita laksanakan. Di antara amalan-amalan malam Jumaat yang boleh kita lakukan ialah yang pertama membaca surah Al-Kahfi. Bahawa sesiapa yang membaca surah al-Kahfi pada malam Jumaat itu, Allah mengampuni dosanya dari Jumaat ke Jumaat. Ianya diberi cahaya kesucian oleh Allah antara Jumaat ke Jumaat. Sabda Rasulullah SAW; “Dari Abu Said Al-khudri ra dari Nabi Muhammad SAW. Baginda bersabda:Siapa yang membaca surah al-Kahfi pada hari Jumaat, maka disinari Allah baginya dengan antara dua Jumaat. ” (Diriwayatkan oleh Baihaqi) 

Amalan yang kedua yang harus kita amalkan ialah membaca surah Yaasin. Dari Abu Hurairah ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda ; “ Siapa yang membaca surah Yaasin pada malam Jumaat maka pagi-pagi ia mendapat pengampunan. ” Mengenai keutamaan surah Yaasin, Nabi Muhammad SAW telah menyebut dalam hadisnya : “ Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati, adapun hati al_Quran adalah Yaasin. Siapa yang membaca Yaasin, maka Allah menulis baginya dengan membacanya itu seperti membaca al-Quran sepuluh kali. ” (HR Tarmizi) 

Selain itu, kita harus memperbanyakkan zikir, doa dan selawat. Terdapat banyak hadis-hadis yang menyebut tentang selawat kepada Nabi. Diantaranya ialah ;Firman Allah SWT:“ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat –Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang beriman ucapkanlah selawat dan salam yang sempurna kepadanya (Nabi). ” (Al-Ahzab:56) 

Dari Abdullah bin Amar bin Ash ra sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Siapa yang mengucapkan selawat kepadaku, Allah berselawat (memberi rahmat) kepadanya sepuluh kali kerana selawatnya itu. ” (HR Muslim) 

Dari Abdullah bin Mas’ud ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda : “Manusia yang paling utama bersamaku nanti pada hari Kiamat, ialah orang yang paling banyak mengucapkan selawat kepadaku. ” (HR Tarmizi) 

Dari Abu Hurairah ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda : “Jangan kamu jadikan kuburku tempat berhari raya dan ucapkanlah selawat kepadaku, kerana selawatmu itu akan sampai kepadaku, di mana kamu berada. ” (HR Abu Daud) 

Amalan yang keempat yang boleh dilakukan ialah solat malam Jumaat. Iaitu solat yang didirikan di antara waktu Maghrib dan Ishak dengan 12 rakaat. Tiap dua rakaat dengan satu salam. Amalan yang lain adalah seperti berjimak iaitu bersetubuhan. Berjimak dengan isteri diberi pahala oleh Allah SWT sekiranya dilakukan dengan adab yang diajar oleh islam. Imam Syafie berpendapat, ada tiga malam dalam seminggu hukumnya sunat menjimak isteri. Malam-malam tersebut ialah malam Jumaat, malam Khamis dan malam Isnin. Ini kerana Nabi Muhammad SAW mendekati isteri_isteri baginda pada malam-malam tersebut. Antara adab-adab berjimak ialah hari yang utama iaitu malam Isnin, malam Khamis dan malam Jumaat, mengucapkan salam, lakukan dengan hati yang gembira, berpakaian bersih dan wangi, nikmati kepuasan bersama-sama, berwudhuk sebelum berjimak, menggunakan selimut, membaca doa sebelum dan selepas berjimak, bersifat lemah lembut, mensyukuri nikmat, dan membersih kemaluan setelah berjimak. Amalan yang seterusnya ialah Qiyamulail (solat malam) iaitu bangun pada waktu malam hari untuk mengerjakan ibadah kepada Allah SWT serta bermunajat kepadaNya untuk memohon keampunan dengan mengerjakan ibadah solat seperti solat sunat tahajjud, solat sunat tasbih, solat sunat taubat, solat sunat hajat, solat sunat witir serta solat sunat yang lain. Kemudian banyakkan zikir, bertasbih, bertahmid dan bertakhbir serta memperbanyakkan permohonan dan doa kepada Allah SWT. Keutamaan Qiyamullail di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang bermaksud; “ Solat yang paling utama setelah solat wajib iaitu qiyamullail atau solat di tengah malam” (Riwayat Muttafaqun Alaih) Selain itu keutamaan solat Qiyamullail dapat menghindarkan diri daripada gangguan syaitan seterusnya mendapat nikmat kerana dapat berhubungan langsung dengan Allah SWT. 

AMALAN DI SUBUH JUMAAT

Pada subuh di hari Jumaat kita masih dituntut supaya memperbanyakkan amal kepada Allah SWT walaupun pada malam hari kita sudah banyak melakukan amal ibadah kepada Allah SWT. Di antara amalan-amalan yang boleh kita lakukan pada subuh Jumaat iti ialah yang pertama doa sebelum solat subuh. “Aku memohon keampunan dari Allah SWT, tiada Tuhan selain Dia yang Hidup lagi yang Berdiri dengan Sendirinya, aku bertaubat kepada-Nya”

Doa ini dibaca sebanyak tiga kali. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa yang ada pada kita seterusnya diri kita terhindar dari perbuatan dosa kecil mahupun dosa besar. Amalan yang kedua ialah membaca surah As-Sajadah dan membaca surah Al-Insan. Surahsurah ini diharapkan dapat diamalkan. Amalan yang ketiga ialah memperbanyakkan zikir kepada Allah SWT. Setelah mengerjakan solat Jumaat atau solat-solat wajib yang lain maka usahakanlah dengan banyak mengingat Allah SWT dengan berzikir dan memuji kebesaran Allah SWT. Amalan yang keempat pula berselawat keatas Rasulullah SAW. Terdapat banyak selawat yang boleh kita amalkan, baik pada hari Jumaat mahupun pada hari-hari yang lain. Selawat terhadap Rasulullah SAW mempunyai keutamaan atau fadhilat. Antara selawat yang mempunyai banyak fadhilat ialah selawat yang dapat menghapuskan dosa selama 80 tahun dimana dilakukan membaca selawat setiap sesudah Ashar pada hari Jumaat sebanyak 80 kali. Selawatnya ialah ; “ Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Sayidina Muhammad seorang hamba, Nabi dan utusanMu yang ummi”

Selain itu, selawat yang kedua ialah dapat mengangkat darjat dan kebaikan. Barangsiapa yang membaca selawat yang bermaksud “Ya Allah, wahai zat yang kekal anugerahnya kepada manusia. Wahai Zat yang membuka tangan yang luas dengan pemberian. Wahai Zat yang mempunyai pemberian-pemberian yang murni, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW iaitu sebaik-baik manusia di dalam akhlaknya. Ampunilah aku, wahai Zat yang memiliki keluhuran pada malam ini. ” 10 kali pada malam Jumaat atau siang hari Jumaat, maka Allah menetapkan baginya sejuta kebaikan, dan menghapus sejuta dosa daripadanya serta mengangkat sejuta darjat untuknya. Selawat yang mendapat fadhilat yang ketiga pula ialah selawat mohon hajat dunia dan akhirat. “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada ahli keluarga baginda. ” Sesiapa yang membaca selawat ini sebanyak 100 kali, maka Allah SWT akan mendatangkan kepadanya 100 hajat dimana yang 30 di dunia dan selebihnya di akhirat. Seterusnya ialah selawat mohon Husnul khatimah. Selawat yang bermaksud; “ Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamtan atas junjungan kita Nabi Muhammad dan para keluarga serta sahabat baginda dengan jumlah segala sesuatu yang ditulis oleh Qalam Tuhan. ” Keutamaan selawat ini jika dinbaca 10 kali sesudah solat maghrib akan meninggal dunia (Husnul Khatimah) dengan membawa kebaikan dan keimanan. Selawat-selawat yang lain yang mempunyai keutamaan dan fadhilat ialah selawat murah rezeki dan menghindari bahaya. Keutamaannya apabila membaca selawat ini nescaya akan terhindar dari segala bahaya, serta memperoleh rezeki dengan mudah. Akhir sekali selwat agar mendapat keampunan Allah SWT. Dengan membaca selawat ini sebelum duduk maka dosanya sebelum duduk diampunkan begitu juga jika membaca selawat ini sebelum berdiri maka dosanya sebelum berdiri diampunkan Allah. Amalan di subuh hari yang seterusnya ialah memperbanyakkan doa. Pelbagai doa yang boleh kita amalkan sebagai umat Islam seperti doa memohon kebaikan di dunia dan di akhirat, doa mendapat kenikmatan (syurga) Illahi, doa menjauhi gangguan syaitan supaya terlindung dari hasutan dan godaan syaitan, doa agar diampunkan dosa, doa agar terhindar perkara buruk seperti fitnah hidup atau fitnah mati dari tekanan hutang mahupun dari gangguan manusia, doa mohon rahmat dan ampunan Allah, doa terhindar dari segala bencana, doa meluruskan hati iaitu doa memohon petunjuk, doa memohon ampunan lahir dan batin, doa mohon perlindungan daripada kemarahan Allah dan doa memenuhi urusan dunia dan akhirat. Selain itu terdapat banyak lagi doa yang dapat kita amalkan yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Semua itu merupakan rendah hati seorang hamba terhadap Allah SWT, sehingga segala sesuatu yang ada didunia merupakan pemberian Allah semata-mata. Oleh itu hanya kepada Allah kita memohon dan menyerah diri serta mengadu nasib, agar segala sesuatu yang kita hajatkan dikabulkan Allah SWT. 

AMALAN SIANG JUMAAT

Beberapa amalan menjelang solat Jumaat yang patut dilakukan oleh umat Islam, antaranya ialah melakukan solat sunat Dhuha. Solat sunat dhuha dilakukan ketika matahari sedang naik iaitu di antara jam 8. 00 pagi sehingga jam 11. 00 pagi dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dari dua rakaat hingga dua belas rakaat. Tiap dua rakaat dengan satu salam. Selain itu, kita harus mandi sebelum pergi solat Jumaat untuk menghalang bau yang tidak sedap di badan. Seterusnya, memakai wangi-wangian. Amalan yang keempat ialah bersegera ke solat Jumaat. Ini kerana, pergi ke solat Jumaat dengan segera mendapat pahala yang besar sekali. Yang kelima pula mengerat kuku dan mencukur misai. Yang keenam doa ketika pergi ke masjid supaya mendpat petunjuk daripada Allah dan mendapat cahaya keimanan. Yang ketujuh ialah berjalan kaki dan tidak terburu-buru kerana setiap langkah tanpa berkenderaan mendapat labia banyak keutamaan dari yang cepat sampai dengan berkenderaan. Amalan yang kelapan ialah mengamalkan doa masuk masjid pada hari Jumaat untuk memohon rahmat dan petunjuk daripada Allah SWT. Amalan seterusnya ialah apabila berada di dalam masjid jangan melangkah tengkuk orang lain iaitu jangan melangkahi tengkuk orang-orang yang ada di dalam masjid kerana ingin saf yang dihadapan. Yang terakhir ialah memperbanyakkan berzikir dan berdoa antaranya membaca al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan berselawat kepada Rasulullah SAW. Sebaik-baiknya gunakan hari Jumaat dengan benar-benar kusyuk dalam beribadah dan mengharap keampunan dari Allah SWT dan hindarkan dari membicarakan tentang orang iaitu mengumpat dan menyakiti hati orang lain kerana pada hari Jumaatlah hari yang boleh kita manfaatkan untuk memenuhi ibadah selain mendapat pahala yang berlipat kali ganda berbanding hari-hari yang lain. 
Selain itu juga terdapat beberapa amalan selesai solat Jumaat yang dapat diketahui dan diperaktikkan dalam mencapai kehidupan yang sempurna. Setelah selesai mengerjakan solat Jumaat, usahakanlah untuk membaca ayat-ayat al-Qur’an untuk menambah pahala yang besar dari Allah SWT. Antaranya ialah membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali. Kemudian membaca surah Al-Falaq sebanyak tujuh kali, surah An-Nas sebanyak tujuh kali juga. Yang keempat membaca doa yang mendapat keutamaan sebanyak tiga kali dan jika bersanggupan sebaik-baiknya 70 kali. Doanya bermaksud ; “ Wahai Tuhanku, wahai Tuhan yang Maha Kaya lagi Maha terpuji, wahai Tuhan yang menciptakan sesuatu dari permulaannya, wahai Tuhan yang mengembalikan hidup sesuatu. Wahai Tuhan yang Maha Rahim yang Maha Penyayang, limpahkanlah kecukupan kepadaku dengan barang-barang yang halal hingga aku tidak memerlukan barang yang haram dan perkayakanlah akan daku dengan keutamaan-Mu dari segala orang yang selain-Mu. ”

Amalan yang kelima ialah mengerjakan solat sunat Ba’diah Jumaat setelah selesai solat Jumaat. Setelah selesai semua yang dinyatakan diatas bolehlah bertebar mencari rezeki seperti yang dimaksudkan oleh Firman Allah SWT ;
“ Apabila telah ditunaikan sembahyang maka bertebarlah kamu di muka bumi; dan carilah kurnia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. ”

Oleh itu janganlah menghabiskan masa dengan perkara-perkara yang tidak mendatangkan faedah pada hari Jumaat kerana pelbagai ibadah yang dapat kita lakukan pada hari Jumaat seperti yang telah diterangkan sebelum ini jadi penuhilah ia dengan sebaik-baiknya. 

PENUTUP
Nabi Musa as seta pengikutnya memiliki hari yang paling utama iaitu hari Sabtu manakala Nabi Isa as pula pada hari Ahad. Nabi ibrahim as pula memiliki hari Isnin sebagai hari keutamaannya. Hari seterusnya iaitu hari Selasa dimiliki oleh Nabi Zakaria as. Hari Rabu dipegang oleh Nabi Yahya as sebagai hari keutmaannya. Nabi Adam as pula memiliki hari Khamis dan Allah SWT menjadikan hari Jumaat sebagai hari yang paling istimewa untuk Nabi Muhammad SAW dan umatnya iaitu umat Islam pada masa sekarang kerana pada hari ini tersimpan keutamaan, fadhilat dan hikmah. 

Pada hari Jumaat Allah SWT telah meletakkan kelebihan yang tidak terhingga. Pada hari inilah terciptanya Nabi Adam as, turunnya Nabi Adam as ke bumi serta hari wafat baginda. Pada hari Jumaat juga akan terjadinya kiamat. Hari Jumaat adalah hari yang paling besar disisi Allah SWT, bahkan lebih besar dari Hari Raya Aidul Fitri dan Aidul Adha, kerana di antara malam dan siangnya tersimpan masa yang paling mustajab, tidak ada tabir penghalang doa insan terhadap Illahi yang berkemungkinan akan dimakbulkan selagi tidak meminta yang tidak sepatutnya. Pada hari Jumaatlah hari yang harus kita penuhi dengan sebaik-baiknya dengan beribadah kepada Allah SWT. Oleh itu, manfaatkan hari Jumaat yang akan datang dengan pelbagai amal ibadah yang boleh kita lakukan selagi kita mampu mengerjakannya. 

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau
Perlis
MALAYSIA

H: 013-4006206
P: 04-9882701
E: abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
W: abdazizharjin.blogspot.com

Perkembangan Andalusia Ke Benua Eropah -

Oleh: Siti Noorayhan Bt Abu Hassan

ABSTRAK

Perkembangan Andalusia ke Benua Eropah ialah kisah sejarah Andalus, iaitu menceritakan tentang zaman kegemilangan umat islam di Andalusia, kedudukan goegrafinya dan serba sedikit tentang sejarah Andalusia. Terdapat beberapa peranan Andalusia dalam penyebaran tamadun ke benua eropah. Antara peranannya ialah dari segi sikap pemerintah, hubungan diplomatik, aktiviti penterjemahan, peperangan salib yang berlaku dan aktiviti perdagangan yang dijalankan. Selain itu, terdapat peranan Andalus dalam kebangkitan eropah. Diantaranya ialah, dalam bidang pemikiran, bidang matematik, bidang astronomi, dan bidang seni bina. Terdapat juga tentang ilmu serta tokohnya dan sumbangan dalam membangunkan Andalusia sebagai zaman kegemilangan islam. Diantara displin ilmu yang ada di Andalus ialah ilmu falsafah dimana tokohnya ialah Imam Al- Ghazali, Ibn Khaldum, Al- Farabi, dan Al- khindi. Dalam bidang ilmu sains dan perubatan pula ialah Ibn Sina, Al- Razi, dan Abu QassimKhalat Ibn Abbas Al- Zahrami. Bidang ilmu astronomi pula ialah Al-
Biruni, Al-Bitruji manakala dalam ilmu matematik ialah Al-Khawarizmi dan Al-Idrisi bagi ilmu geografi. Kesimpulannya, Andalusia ialah zaman kegemilangan dan keunggulan pada umat islam suatu masa dahulu. 

PENDAHULUAN

SEJARAH RINGKAS ANDALUS (SEPANYOL) 

Andalusia atau Andalus bermaksud “kehijauan di penghujung musim panas” merupakan sebuah kerajaan Islam (711M-1492M) yang terkenal dan merupakan suatu daerah yang terlalu asing di mana tidak terfikir pada mata kasar manusia pada awal abad pertumbuhan Islam di Timur Tengah. Andalus juga kini adalah sebahagian daripada negara maju iaitu Sepanyol/Sicily dan juga Portugal. 

Islam telah melahirkan Mujahid Muslim seperti Musa bin Nusair, Tarif dan Tariq bin Ziyad yang menjadi tokoh-tokoh terunggul dan pemerintahan Bani Umayyah di Andalus dan beberapa kerajaan kecil selepasnya telah berjaya menghasilkan suatu ketamadunan yang tidak dapat ditandingi oleh mana-mana kuasa sebelum ataupun sezaman dengannya. tetapi akhirnya runtuh yang berpunca daripada kelemahan dan perpecahan di kalangan umat Islam sendiri. 

Andalusia telah diduduki oleh bangsa Phoenician yang menemui wilayah Cadiz, pada abad ke 9SM. Kemudian, Greek menakluki Andalusia pada abad ke 3SM. Di bawah pemerintahan Rumawi antara 210 hingga 206 SM, Andalusia telah menjadi tempat kelahiran kerajaan Trajan dan Theodosius I. Kemudian, pada abad ke 5M, Andalus jatuh ke tangan bangsa Yahudi dan Vandal dan diikuti oleh pemerintahan kerajaan Visigoth pada tahun 530M. 

Pada tahun 711M, kerajaan Islam iaitu, kerajaan Bani Umayyah berjaya menakluki Andalusia daripada cengkaman pemerintahan Visigoth yang bersifat kuku besi. Kemudian, kerajaan-kerajaan kecil menguasai Andalusia selepas kejatuhan kerajaan Bani Umayyah bermula dari tahun 1031M. Antara kerajaan-kerajaan kecil tersebut ialah; kerajaan Muluk al-Tawaif, Hammudiyah, Bani Hud, Abbadiyah, Ziriyah, Muratibun, Muwahhidun, dan Bani Ahmar (Nasriyah). Walaubagaimanapun, pada abad ke 15M, kerajaan-kerajaan kecil di Andalusia telah jatuh ke dalam kekuasaan kerajaan Kristian Castile. 

Secara geografinya, Andalusia terletak di benua Eropah dan mempunyai keluasannya kira-kira 504, 750 km persegi. Kawasan jajahan Andalusia termasuklah Portugal, selatan Perancis hingga Pulau Belearic dan terkecuali daripada bahagian utara yang di bawah taklukan Kristian Leon. Andalusia meliputi sebahagian besar Semenanjung Iberia yang terletak di bahagian selatan. Terdapat 15 wilayah yang bernaung di bawah Andalusia seperti Almeria, Malaga, Cadiz, Huelva, Cordova, Jaen dan Granada termasuk dua buah pulau, iaitu Pulau Belearic dan Pulau Canary. 

KAWASAN JAJAHAN ANDALUS

PERANAN ANDALUS DALAM PENYEBARAN TAMADUN KE BENUA EROPAH

1. SIKAP PEMERINTAH

Amir-amir menjalankan pemerintahan dengan tegas dan mengambil tindakan segera. Contohnya Abdul Rahman I, telah mengambil pelbagai langkah untuk menyelesaikan masalah yang berlaku seperti mengukuhkan pentadbiran dan benteng negara dengan menubuhkan division tentera yang diketuai oleh hamba-hamba dari utara Pyrenees dan juga berhati-hati memilih pemimpin selepasnya kelak. 

Selain itu, Abdul Rahman II (822-852M) banyak mendirikan institusi keilmuan di setiap kota Andalus dan juga menggalakkan saujana-saujana dari luar Andalus datang mengajar di institusi tersebut untuk masyarakat umum. 

Hisyam I terkenal kerana berjasa dalam menegakkan hukum Islam, dan Hakam I dikenali sebagai pembaharuan dalam bidang ketenteraan. Sedangkan Abdul Rahman II dikenali sebagai pentadbir yang cintakan Ilmu. 

2. HUBUNGAN DIPLOMATIK

Perkembangan intelektual yang pesat di Andalus telah menarik perhatian raja-raja di Eropah seperti pemerintah Jerman, Perancis, Britain dan Itali. 

Contohnya Raja Philips telah menghantar dutanya menemui Khalifah Hisham I, semata-mata untuk membuat penyelidikan terhadap undang-undang yang diamalkan di Andalus. Begitu juga dengan Raja Jerman yang menghantar satu misi akademik yang diketuai oleh Weelmin. Raja George II dari England pula telah menghantar anak saudaranya Putera Dubani mengetuai 8 rombongan yang terdiri daripada 8 orang ke Andalus pada awal abad ke 15H dengan tujuan untuk menimba ilmu pengetahuan di Andalus. 

3. AKTIVITI PENTERJEMAHAN

Pusat penterjemahan yang terpenting di Andalus ialah di Toledo. Pelbagai karya Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. 

Antara penterjemah yang terbaik ialah Bathras Al-Funsi dan Hanna Al-Eshbily. Pusat-pusat pendidikan Arab-Latin banyak disediakan di Toledo dan Seville. Golongan Yahudi juga banyak memainkan peranan menterjemahkan karya Arab ke bahasa Latin. Antaranya ialah Solomon ben Gabirol dan Moses ben Maimoon yang merupakan sarjana dan ahli falsafah terkenal. Ilmu-ilmu yang diterjemahkan adalah meliputi bidang kejuruteraan, astronomi, kimia, perubatan, falsafah dan sebagainya. 

Ringkasnya, aktiviti penterjemahan ini telah mencipta sejarah untuk masyarakat Eropah yang pada ketika itu berada dalam zaman kegelapannya pada abad pertengahan telah beransur-ansur menuju ke zaman Renaissance (14 hingga 16M). Tetapi malangnya, perkembangan ilmu sains dan teknologi di Barat tidak seperti perkembangan ilmu dalam tamadun Islam kerana ilmuan mereka memisahkan ilmu dari agama yang menafikan Tuhan sehingga melahirkan fahaman ateis dan materialisme. Oleh sebab itu, Barat Moden muncul dengan sikap permusuhannya terhadap agama. 

4. PEPERANGAN SALIB

Peperangan yang berlaku antara Islam dan Kristian telah mendatangkan keuntungan yang besar kepada golongan Kristian disebabkan dasar sentiment keagamaan. Golongan Krstian telah membawa pulang pelbagai sumber intelektual ke Eropah. 

5. AKTIVITI PERDAGANGAN

Pedagang-pedagang dari negara-negara Islam telah mempunyai hubungan yang rapat dengan para pedagang Islam dari Andalus Pelbagai sistem nilai dan keilmuan Islam berjaya dikuasai oleh masyarakat Kristian melalui para perdagang ini. 

PERANAN ANDALUS KEPADA KEBANGKITAN EROPAH

1. BIDANG PEMIKIRAN

Ahli falsafah Islam Ibnu Tufyal dengan karyanya “Hay Ibn Yaqzan” yang mengungkapkan bahawa manusia mengetahui Allah tanpa wahyu dan guru telah mempengaruhi pemikiran orang Barat. 

Karya ini telah diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Roger Bacon. Begitu juga Ibn Rusyd, telah mempengaruhi ahli falsafah Eropah sejak abad ke 12 lagi. Pada abad ke 16 Masihi, falsafah Ibn Rusyd telah diamalkan secara rasmi oleh golongan terpelajar di Itali. 

2. BIDANG MATEMATIK

Ramai penuntut Eropah yang datang mengajar di Andalus. Penuntut-penuntut ini telah muncul sebagai pakar dalam bidang tersebut termasuklah Adalard dan Morley dari Britain. Adalard telah menterjemah karya Al-Khawarizmi yang menulis tentang teori geometri dalam matematik dan saintifik. Beliau telah menggunakan nombor-nombor Arab dalam terjemahannya. 

Seterusnya Gelbert of Aurillac juga salah seorang pakar yang mempelajari Ilmu matematik dan astronomi yang pada ketika itu masih dilarang di Eropah. Beliaulah yang memperkenalkan bentuk angka Arab Andalus yang dikenali dengan Huruf Al-Ghubbar ke Eropah. 

3. BIDANG ASTRONOMI

Terdapat beberapa karya karangan Abi ma’syar dan juga Khawarizmi telah diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Adalard of Bath dan John of Seville. Ini telah dibuktikan dengan beberapa istilah yang dipinjam daripada bahasa Arab untuk kajian mereka. 

Istilahnya ialah perkataan “Al-Sumut”, Alderan, Alidade, Almanac, Altair, Azimuth, Betelgeuse, Deneb, Nadir, Zenith dan “Nadil”

4. BIDANG SENI BINA

Seni bina Islam turut mempengaruhi ciri-ciri seni bina Eropah. Antara binaan menara dan kubah terkemuka di San Miguel de Escolada turut merupakan Kubah yang terpengaruh. 

Keadaan yang sama berlaku dalam binaan kubah-kubah di Perancis iaitu di akhir kurun 11M seperti di hospital, Sarini-Balaise dan Kubah gereja Saint-Croux de Oloron yang terdapat persamaan dengan kubah masjid Al-Bab Al-Mardum di Tulaytulah (Toledo). 

Hiasan-hiasan berbentuk tumbuhan dan geometri yang mepunyai kehalusan kesenian Arab sangat berkesan dala kesenian Eropah dan turut dikenali dengan nama (ara bisque), ditambah juga dengan Khat Al-Kufi iaitu kesenian yang berbentuk lukisan yang cantik dan halus dan berkembang di Eropah dengan pesatnya. 

DISIPLIN ILMU, TOKOH DAN SUMBANGANNYA

ILMU FALSAFAH

1. IMAM AL-GHAZALI (450-505H/1058-1111M) 

Beliau dilahirkan di Thos pada tahun 450H, berketurunan Parsi dan hidup di sekitar berlakunya Perang Salib. Beliau sangat terkenal dalam falsafah akhlak. Pengertian akhlak bagi Al-Ghazali bertepatan dengan syariat Islam. Di samping itu, dasar budi pekerti manusia dibahagikan kepada tiga sebab asas iaitu akal, hawa nafsu dan marah. Dalam bidang pendidikan pula, beliau telah memberikan peringatan bahawa hendaklah membentuk kanak-kanak ke arah satu matlamat, bukan membiarkan kanak-kanak memilih sendiri bidang yang disukainya. Al-Ghazali juga turut menyumbangkan beberapa hasil karya seperti Al-Munqizh min Al-Dholalah yang membincangkan berkenaan penyelamat daripada kesesatan, Tahafut Al-Falasifat berkenaan dengan penghancur falsafah, Mizan Al-Amal yang membincangkan timbangan amal kebaikan manusia dan kitabnya yang terkenal iaitu Ihya”ulum Al-Din. 

2. IBN KHALDUM (732-808H/1331-1400M) 

Nama lenkap beliau ialah Abdurrahman Abu Zaid WaliUddin bin Khaldun. Dilahirkan di Tunis Hadramaut dan kmudian berpindah ke Sepanyol. Beliau menuntut ilmu-imu agama dalam bidang fikah, tafsih, hadis dan ilmu aqli. Contoh karya ialah Kitab Muqadimah yang turut diperakui oleh Sarjana Barat. 

3. AL-FARABI (257-339H/870-950M) 

Nama asal ialah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad Tarkhan Al-Uzdag dan dilahirkan di wilayah Transosiana, Tukestan. Beliau dikenali dengan ilmu falsafah mantiknya dan mendefinisikan ilmu yang menyelidiki hakikat sebenar di dunia ini. Beliau juga cenderung kepada falsafah sufinisme, logik dan metafizik. 

4. AL-KHINDI (801-873) 

Beliau lebih dikenali sebagai Abu Yusuf Yaqub Ibn Ishq Al-Khindi, berketurunan suku kaum Kinda dan berpindah dari Yemen. Beliau seorang pakar yang mempunyai pemikiran yang cukup berbeza dalam muzik, falsafah, astonomi, perubatan, geografi dan matematik. Menghasilkan hampir 250 buah buku dan dianggap ahli Muslim terbesar. 

ILMU SAINS DAN PERUBATAN

1. IBN SINA

Dikalangan masyarakat Barat lebih dikenali sebagai Avicenna yang merupakan ahli falsafah dan perubatan paling berperangaruh dalam kebudayaan Eropah. Beliau dilahirkan di Bukarah (Uzbekistan) dan nama asalnya ialah Abu Ali Hussain Ibni Abdllah Ibni Sina. Himpunan ilmu perubatan hasil karya beliau mengandungi 14 jilid iaitu Kitab Al-Kanun fi al-Tibb yang digunakan sehingga abad ke 18 dan beliau dikenali sebagai Father of Doctors. 

2. AL-RAZI

Karyanya melebihi 200 jilid dalam bidang kimia dan perubatan di mana beliau telah menjadi pensyarah perubatan di Universiti Bahgdad. Beliau dikenali sebagai tokoh fizik terbesar dan menguasai ilmu perubatan Islam, Parsi, India dan Yunani. Hasil karangannya yang terkenal ialah Al-hawi yang mencatatkan setiap penyakit dan cara perubatan berdasarkan ujian klinikal yang terdapat lebih 100 jilid di muzium Eropah. Sumbanganya yang terkenal ialah melalui penyakit cacar dan campak. 

3. ABU QASSIM KHALAF IBNU ABBAS AL-ZAHRAWI

Dilahirkan di Al-Zahrah, Cordova. Dikenali sebagai Abul Casis di kalangan masyarakat Barat Eropah. Kerjayanya ialah sebagai pengamal perubatan, pakar bedah (memperkenalkan 150 alat pembedahan termasuk alat obtetik dan pergigian) serta ahli farmasi. Sumbangannya juga ketara dalam bidang farmasi. 

ILMU ASTRONOMI

1. AL-BIRUNI (362-440H / 973-1048M) 

Nama penuh beliau ialah Abu Rayhan Muhammad b. Ahmad Al-Biruni daripada keluarga Taji. Beliau dilahirkan pada 3 Zulhijjah 326H di negeri Parsi. Beliau mampu menguasai bahasa Parsi, Arab, Sanskrit, Ibrani, Syria dan Turki. Al-Biruni merupakan sarjana agung pada akhir kurun ke-4H dan merupakan pakar dalam bidang astronomi, sejarah dan bahasa serta hidup sezaman dengan sarjana Islam, Ibn Sina. Antara karya teragung beliau ialah Rasa’il al-Biruni (ensiklopedia astronomi dan matematik) dan Al-Qanun al-Mas’udi fi al-Hai’ah wa al-Nujum. Beliau juga banyak menulis dalam bidang geomatik, arithmatik dan asterologi. Karyanya juga banyak membincangkan tentang pusingan bumi pada paksinya dan Berjaya membuat hitungan yang tepat mengenai garis bujur (latitud) dan garis lintang (longitud) bumi. 

2. AL-BITRUJI

Beliau dikenali sebagai Alpetragius di kalangan masyarakat Eropah. Beliau adalah seorang ahli astronomi mutakhir Andalusia yang ulung dan merupakan anak murid Ibn Tufail, iaitu seorang ahli falsafah. Beliau telah menghasilkan kitab Al-Hai’ah yang menandakan kemuncak pergerkan anti-Ptolemy di kalangan ahli-ahli astronomi Andalusia. 

ILMU MATEMATIK

AL-KHAWARIZMI (780-850M) 

Mohammad b. Musa Al-Khawarizmi dikenali juga dengan panggilan Abu Abdullah, seorang ahli matematik, astronomi dan sejarah. Beliau dilahirkan pada 780M di daerah Hawarizmi yang sekarang dikenali dengan nama Khiwa (satu daerah di selatan Laut Arab). Beliau pernah dilantik oleh Khalifah Al-Ma’mun sebagai penasihat astronomi dan pengawas Khalifah di Baghdad. Beliau juga adalah orang yang bertanggungjawab memperkenalkan sistem angka sekarang ini kepada kebudayaan Eropah. Namanya terkenal dalam bidang matematik menerusi ciptaannya iaitu “algebra”, “daftar logarisma” dan orang barat menyebut angka Arab sebagai “algorismus”. Beliau juga merupakan orang pertama menghitung jadual astronomi dan sifar trigonometri yang kemudiannya diterjemahkan kepada bahasa Inggeris oleh Adelard. 

ILMU GEOGRAFI

AL-IDRISI

Nama sebenar beliau ialah Abu Abdullah Muhammad b. Muhammad b. Abdullah b. Idrisi al-Sharif. Beliau dilahirkan di Cueta dan mendapat pendidikan di Cordova. Beliau telah mengembara ke seluruh dunia Islam dan Eropah serta telah menghasilkan peta glob berkenaan dengan kawasan-kawasan dunia yang diketahui manusia. Glob yang berbentuk bulat tersebut telah menjadikan beliau terkenal di kalangan ahli-ahli geografi Islam. 

PENUTUP

Kesimpulannya, sumbangan yang diberikan orang Islam kepada orang Eropah adalah sangat berharga. Kemajuan yang dicapai oleh masyarakat Eropah pada hari ini adalah sumbangan daripada orang Islam. Orang Eropah banyak berhutang budi kepada orang Islam. Tetapi akibat perpecahan umat lslam dan masalah-masalah yang dihadapi oleh kerajaan lslam, tamadun ini tidak dapat dikekalkan malah digantikan dengan kebangkitan Eropah ataupun dikenali sebagai Zaman Renaissance. Zaman kegemilangan dan keunggulan umat lslam hanya ada di Andalus suatu masa dahulu. 

Umat lslam di era globalisasi ini pula amat sukar untuk berdiri megah seperti tamadun lslam di Andalus. Namun sumbangan tamadun lslam di Andalus dapat menarik minat orang Barat untuk mengubah hidup mereka yang berada di zaman kegelapan pada masa itu terutamanya dalam bidang ilmu pengetahuan. Oleh itu, kita sebagai umat Islam mesti bersatu-padu dalam mempertahankan Islam dari ancaman musuh sama ada melalui fizikal atau mentaliti. 

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau
Perlis
MALAYSIA

H: 013-4006206
P: 04-9882701
E: abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
W: abdazizharjin.blogspot.com

Peringatan dan Ancama -

Oleh: Maszafirah Binti Ishak

ABSTRAK

Sebagai seorang muslim kita perlulah sentiasa menjaga tingkah laku dan selalu mengingati mengenai ancaman-ancaman yang telah ditetapkan oleh Allah SWT supaya diri kita berada dalam keadaan sihat, aman dan sejahtera pada landasan yang tepat dan betul sejajar dengan ajaran Islam. Allah SWT berkuasa melakukan apa sahaja yang dikehendakiNya untuk hamba-hambaNya samaada balasan baik ataupun buruk. 

Allah memberi ancaman –ancaman kepada hambaNya bertujuan untuk mengajar dan membimbing manusia agar tidak melakukan dosa. Hal ini kerana ia akan mendatangkan keburukkan kepada diri dan masyarakat. Allah SWT amat murka jika kita tidak mengikut segala ajaran yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.. Oleh itu, untuk melindungi diri kita daripada ancaman-ancaman tersebut kita perlulah berpegang kepada Al-Quran dan Al-Sunnah supaya kita sentiasa diredhai dalam kehidupan seharian. Antara ancaman – ancaman Allah SWT ialah ancaman kepada ahli ilmu, ancaman meninggalkan solat fardhu, mereka yang menderhakai ibubapa, suami isteri yang menyeleweng dan ancaman terhadap mereka yang berzina. 


PENDAHULUAN

Manusia dicipta oleh Allah SWT dan dilengkapi dengan pelbagai keperluan. Hal ini adalah dengan tujuan untuk beribadah kepadanya. Dengan erti kata lain menumpukan segala kepatuhan dan ketaatan hanya kepada Allah SWT. Melakukan apa jua perkara yang diperintah dan meninggalkan laranganNya. Ada suatu perkara yang tidak wajar bagi manusia apabila mereka bertindak mengikut kemahuan hawa nafsu mereka dan melupakan ancaman-ancaman Allah SWT kepada mereka yang ingkar terhadapNya. Terdapat beberapa ancaman daripada allah SWT melalui al-Quran dan juga hadith-hadith Rasulullah SAW tentang pelanggaran terhadap beberapa perkara yang dilarang dalam Islam. 


ANCAMAN DARI ALLAH SWT KEPADA AHLI ILMU

Perkara yang paling penting dalam kehidupan manusia ialah berilmu pengetahuan. Tanpa ilmu pengetahuan manusia tidak dapat menjalankan kehidupan sehariannya dengan sempurna dan selamat. Maka Islam telah mewajibkan setiap muslim supaya mempelajari ilmu pengetahuan khususnya terhadap kitab Allah. Setiap muslim Seharusnya menanamkam ilmu pada dirinya seperti ilmu aqidah, ilmu feqah, ilmu akhlaq, ilmu hadith, ilmu tajwid, ilmu tafsir, ilmu seerah, dan sejarah Islam. 

Kewajipan bagi setiap muslim yang berilmu bukanlah setakat memahami dan mengamalkan untuk dirinya sendiri bahkan perlu menyampaikannya kepada setiap orang yang memerlukannya. Orang yang menyembunyikan ilmu-ilmu agama seperti yang bergelar ulama’, tuan guru, ustaz, orang alim, dan sebagainya lebih berat tanggungjawabnya di hadapan Allah pada hari kiamat daripada mereka yang jahil dan penyembah berhala kerana penyembah berhala tidak mengenal siapakah tuhannya yang sebenar sehingga mereka menjadi sesat. 

Maka disebabkan itu orang yang demikian diancam oleh Allah pada hari kiamat kelak dengan seksaan yang dahsyat. Sesungguhnya orang-orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya dan melanggar hukum-hukum Allah adalah mereka yang termasuk golongan yang paling rugi di hari kiamat. Jika seorang muslim yang menuntut ilmu untuk mendapat keuntungan di dunia seperti mendapat kemewahan, kesenangan dan sebagainya, di akhirat nanti ia tidak akan menikmati kebaikan Syurga iaitu baunya yang sangat wangi dan keindahannya. Lebih parah lagi jika orang yang menuntut ilmu itu merasa megah dengan kebolehannya sehingga ia menjadi manusia yang sombong dan bongkak. Oleh itu, Neraka Jahanam merupakan tempat yang paling sesuai bagi mereka. 

ANCAMAN MENINGGALKAN SOLAT FARDHU

Seperti yang diterangkan di dalam Islam bahawa solat lima waktu merupakan kewajipan yang utama yang terpenting bagi seorang muslim. Solat lima waktu wajib ditunaikan bagi setiap orang Islam lelaki dan perempuan dan tugas mendirikan solat lima waktu tidak boleh diabaikan oleh setiap muslim walaupun satu waktu selagi masih sempurna akalnya kecuali bagi orang-orang perempuan yang sedang haid dan nifas. Selain daripada itu, orang yang sakit tenat tidak boleh meninggalkan solat. Jika ia dapat berdiri untuk menunaikan solat, maka ia boleh melakukannys dengan berbaring iaitu mengiringkn ke sebelah kanan atau sebelah kiri atau pun terlentang. 

Hakikat solat yang lahir itu ialah : Berdiri, membaca, rukuk, sujud dan lain-lain lagi perbuatan yang dikerjakan di dalam solat. Manakala hakikat solat yang batin pula ialah : khusyu’, hadir hati, tulus-ikhlas yang sempurna, meneliti dan memahami makna-makna bacaan, tasbih dan lain-lain lagi yang dibaca dan difahami di dalam solat. Di dalam Al-Quran terdapat perkataan solat sebanyak enam puluh tujuh kali dan perintah mengerjakannya ada sebanyak tujuh belas kali. Ini bermakna perintah solat bagi umat Islam adalah suatu perintah yang berat dibandingkan dengan perintah yang berat dibandingkan dengan perintah-perintah lainnya. Diantaranya ialah ayat-ayat yang memberi amaran keras mengenai orang-orang yang meninggalkan solat fardhu lima waktu. 

Sebahagian ulama berpendapat bahawa orang yang meninggalkan solat lima waktu itu kerana mereka menolak dan mengingkari tentang hukum wajibnya, maka ia dihukumkan kafir. Di dalam kitab al-Muhazzab pula menerangkan jika seseorang yang meninggalkan solat kerana malas sedangkan ia faham dan percaya tentang wajibnya, maka ia hanya dihukum sebagai fasiq. Dan pihak yang berkuasa perlu mengambil tindakan yang sewajarnya sehingga ia menjadi insaf. Di akhirat nanti tanggungjawab orang yang enggan mendirikan solat fardhu tak terhingga beratnya. Di dalam al-Quran banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang balasan terhadap orang-orang yang meninggalkan solat fardhu. Penghidupan mereka berakhir dengan dihalau masuk ke neraka secara berbondong-bondong, tak ubah seperti seorang pengembala yang menghalau kerbaunya masuk ke sungai untuk dimandikan. 

Melewatkan solat dengan mengerjakan di akhir waktu sehingga datang kepada watu yang lain adalah berdosa. Jika seseorang yang tidur setelah berada di dalam waktu solat sedangkan ia masih belum mengerjakannya dan ia tidak ada keyakinan boleh terjaga, maka meninggalkannya juga berdosa. Jika ia mempunyai bahawa di tengah-tengah tidurnya itu boleh terjaga, maka tidurnya itu hanya dihukumkan makruh sahaja. Secara kesimpulannya, meninggalkan soat itu akan ditimpa ancaman di dunia dan di akhirat. 


ANCAMAN BAGI MEREKA YANG MENDERHAKAI IBUBAPA

Perbuatan derhaka seorang anak terhadap kedua ibu bapnya sama ada bertutur dengan perkataan yang kesat, tidak menghormati ibu bapa dan berkelakuan yang dapat menyakitkan hati mereka adalah dianggap suatu kejahatan yang melampaui batas boleh membawa kepada sifat derhaka kepada iu bapa yang amat dilarang. Al-Quran memandang buruk perbuatan derhaka seorang anak terhadap kedua ibu bapanya dengan menberikan ancaman dan balasan yang keras. Mereka telah lupa bahawa kedudukan ibu bapa adalah penyebab seorang itu lahir ke dunia, yang setelah itu dipelihara dan dibesarkan sehingga dewasa. 

Penderhaka kedua bapa tidak akan diterima amalannya kerana segala amal kebaikan yang dilakukan tidak diterima oleh Allah. Sesungguhnya amal merupakan bekalan yang paling penting untuk dibawa ke hari akhirat. Tetapi ia akan menjadi sia-sia dan tidak bernilai di sisi Allah jika diiringi dengan perbuatan derhaka terhadap kedua ibu bapa. Mereka juga diseksa dengan berbagai bentuk seksaan yang sungguh menggerikan. Balasan yang paling menghinakan bagi seorang hamba Allah pada hari akhirat ialah dimasukkan ke dalam neraka. Disanalah mereka menerima seksaan yang amat buruk sekali. Ini kerana sikap tersebut menyebabkan seseorang itu tidak layak untuk menghidu bau syurga. 

Selain daripada itu, Allah SWT amat murka ke atas seorang yang melakukan penderhakaan terhadap kedua ibu bapanya dan mereka akan disegerakan pembalasan seksaan mereka sama ada di dunia mahupun di akhirat kelak. Demikianlah beberapa ancaman yang sangat menggerunkan hati dan perasaan manusia. Dengan itu diharap semoga ia dapat memberi kiinsafan yang mendalam kepada setiap muslim supaya kembali berbuat baik kepada kedua ibu bapa. 

ANCAMAN KEPADA SUAMI ISTERI YANG MENYELEWENG

Di dalam kehidupan berkeluarga hubungan baik antara suami isteri merupakan jalan yang paling penting untuk membentuk suasana kebahagiaan yang diidamkan. Suami adalah pemimpin yang harus menunjukkan sifat-sifat yang mulia terhadap isterinya dengan memberikan tunjuk ajar secara baik dan bermesra secara lemah lembut. Demikian pula, seorang isteri haruslah memberikan layanan yang baik terhadap suaminya. Rumahtangga yang hancur adalah disebabkan oleh hubungan suami isteri yang tidak baik. Untuk mengelakkan kehancuran di dalam kekeluargaan, suami isteri tidak seharusnya melakukan keburukan dan penyelewengan seperti berlaku curang, buruk sangka, menipu, melakukan penganiayaan dan melarikan diri daripada tanggungjawab berkeluarga. 

Sebagai seorang suami haruslah menanggung berbagai-bagai kewajipan yang mesti disempurnakan. Mereka yang tidak menyempurnakan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang pemimpin, akan menerima ancaman yang berat daripada Allah SWT. Di akhirat mereka akan ditanya tentang kepimpinannya. Di antara pertanyaan yang akan diajukan kepada setiap lelaki yang menjadi pemimpin sebuah rumah tangga ialah tentang nafkah terhadap ahli keluarganya. Ia hendaklah menyempurnakan segala kewajipan terhadap isteri dan anak-anaknya seperti makan minum, memberi pakaian, menyediakan tempat tinggal yang selamat dan sebagainya. Sangat berdosa orang yang mengabaikan tanggungjawab ke atas ahli keluarganya dan akan mendapat hukuman yang berat di hari akhirat nanti
. 9
Menurut pendapat Imam Ghazali :

“ Lima bentuk kezaliman yang dibenci dan dimurkai Allah. Yang melakukannya itu bukan sahaja akan mendapat seksaan di akhirat bahkan selagi dia hidup di dunia ini, Tuhan akan menimpakan bala bencana kepada yang melakukannya, jika Tuhan menghendakinya. Salah satu dari lima bentuk kezaliman itu ialah lelaki yang kejam terhadap isterinya dan tidak memberi nafkah yang patut. ”
Islam membenarkan seorang lelaki berkahwin lebih daripada satu iaitu yang digelar sebagai poligami. Suami yang tidak adil terhadap para isterinya akan kembali pada hari kiamat di dalam keadaan sebahagian daripada tubuh badannya berguguran. 
Bagi seorang isteri hendaklah berusaha melahirkan sifat-sifat yang dapat menyenangkan hati suaminya. Ia tidak boleh menentang kehendak suaminya walaupun ia merasakan dirinya benar. Perlulah ingat bahawa kesalahan seorang isteri terhadap suaminya akan mengakibatkan kehancuran rumahtangga dan berakhir dengan Allah murka terhadapnya. Termasuklah Allah melaknat seorang isteri yang tidak mahu menunaikan hajat suaminya. Apa saja kehendak suami perlu ditunaikan melainkan perkara-perkara yang diharamkan oleh Islam. 
Hendaklah diingat bahawa kemarahan suami terhadapnya merupakan kemarahan Allah. Dan keredhaan suami juga merupakan keredhaan Allah. Ada kalanya kemarahan suami boleh menyebabkan amal bakti seorang isteri tidak diterima oleh Allah SWT.. Bagi isteri yang suka keluar rumah dengan cara yang dilarang oleh Islam adalah di antara mereka yang mendapat kecelakaan. Sesungguhnya hidup berkeluarga ini bertujuan untuk
10
mendapatkan ketenteraman jiwa dan fikiran. Jika seseorang isteri ingin memutuskan ikatan perkahwinan dengan penceraian, maka ia merupakan keburukan yang besar baginya. Lebih-lebih lagi ia meminta cerai tanpa sebarang sebab yang jelas dan suaminya tidak melakukan kesalahan terhadapnya, maka tidak dapat mencium kewangian syurga. 

ANCAMAN TERHADAP MEREKA YANG BERZINA

Zina ialah melakukan hubungan seksual antara lelaki dan perempuan di luar aqad nikah. Penzinaan merupakan dosa besar sesudah kufur dan pembunuhan. Zina juga merupakan noda hitam yang apabila menimpa suatu kaum, akan menghapuskan lembaran kebaikannya. Islam telah mengajarkan kepada manusia dengan beberapa tatacara kehidupan yang mulia supaya sentiasa berada dalam kesejahteraan dan kebahagiaan. Manusia dilarang melakukan perbuatan yang boleh merosakkan martabat diri dan meruntuhkan agama dengan perzinaan. Allah SWT telah mengingatkan para hambaNya supaya menjauhi perbuatan zina. Sebagaimana digambarkan di dalam al-Quran :
“ Janganlah kamu mendekai perzinaan, sesungguhnya zina itu merupakan suatu perbuatan yang keji dan sejahat-jahat jalan. ”
al-Isra’ : 34

Dimaksudkan mendekati perzinaan itu ialah melakukan sesuatu yang boleh membawa kepada perbuatan zina. Misalnya, bergaul antara lelaki dan perempuan, berdua-duaan antara lelaki dan perempuan di luar aqad nikah, menonton video lucah, pergi ke pusat-pusat pelacuran dan sebagainya. Oleh sebab itu setiap muslim hendaklah berhati-hati dan berwaspada di dalam menghadapi liku-liku kehidupan di dunia. Di dalam sebuah hadith ada menerangkan bahawa orang yang berzina itu ditanggalkan imannya. Ini adalah kerana pada waktu ia berzina, hilang perasaan malunya dan tidak menyedari apa yang dilakukannya itu adalah satu pelanggaran yang dilarang oleh Allah. 

Terdapat banyak kesan-kesan negatif akibat dari perbuatan zina. Di antara kesan-kesannya ialah menyebabkan kemiskinan dan kesulitan di dalam hidup seseorang. Oleh sebab itu Rasulullah SAW menggalakkkan umatnya segera mendirikan rumahtangga dengan beraqad nikah jika berkemampuan. Hanya dengan dengan perkahwinan seseorang mislim itu boleh mencari kekayaan kerana ia berusaha mencari nafkah untuk anak dan isteri. Dan hanya dengan perkahwinan sahaja seseorang itu dapat mencegah dari perbuatan zina. Kebanyakan orang yang mengamalkan zina dalam kehidupannya sering gagal dalam mencapai ketenangan. 

Tambahan pula, pada zaman kini, kebanyakan perzinaan berleluasa dengan menggunakan wang ringgit. Akhirnya mereka berada di dalam kemiskinan. Wang mereka habis dan hati mereka tidak tenteram. Ada sebilangan besar daripada mereka menghidapi penyakit Aids yang sangat berbahaya. Pada hari akhirat kelak, orang yang berzina tidak akan mendapat pandangan rahmat daripada Allah SWT. sedangkan pada hari tersebut semua manusia berada di dalam huru hara dan memerlukan pertolongan. Mereka yang berzina, pada waktu itu meminta belas kasihan tetapi Allah tidak menegurnya disebabkan kejahatan yang dilakukannya itu. 

Termasuk juga orang yang tidak dipandang oleh Allah SWT. pada hari kiamat ialah lelaki yang melakuan zina dengan isteri jirannya sendiri. Banyak hadith-hadith yang menerangkan bahawa seksa terhadap orang berzina itu amat berat sekali. Di dunia lagi mereka sudah menerima penyeksaan yang berbentuk kesulitan, apatah lagi di akhirat kelak. Hukuman di dunia ialah jika orang berzina itu bujang, dikenakan hukuma sebat manakala orang yang sudah berkahwin akan ditanam separuh badannya ke dalam tanah kemudian akan direjam sehingga mati. Selain itu, orang yang melarikan diri hukuman zina sudah tentunya tidak akan merasa tenteram kehidupannya. Ia akan dipandang buruk jika masyarakat sekeliling mengetahuinya. Di samping itu juga, tidak kurangnya orang yang menghidap penyakit kelamin disebabkan selalu minum arak dan melakukan zina. 

Di dalam hadith juga menerangkan tentang betapa azabnya seksaan bagi seorang penzina. Mereka dibakar di dalam api neraka termasuklah wajah-wajah mereka yang dipenuhi dengan api. Kemudian dikhabarkan bahawa di dalam neraka itu, kemaluan mereka menjadi besar dan bernanah. Ia berbau sangat busuk sehingga menyakiti orang-orang yang berada di dalam neraka. 

KESIMPULAN

Manusia dicipta oleh Allah SWT dan dilengkapi dengan segala macam keperluan adalah dengan tujuan untuk beribadah kepadaNya. Dengan erti kata lain ialah menumpukan segala kepatuhan dan ketaatan hanya kepada Allah SWT.. Melaksanakan apa jua perkara yang diperintah dan meninggalkan apa jua larangan-Nya. Adalah satu perkara yang tidak wajar bagi manusia apabila mereka bertindak mengikut kemahuan hawa nafsu, mereka akan melupakan ancaman-ancaman Allah SWT terhadap orang yang melakukan kederhakaan terhadapNya. Oleh itu Allah SWT akan membalas segala perbuatan mereka dengan hukuman yang setimpal sama ada di dunia dan di akhirat. wassalam…

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau
Perlis
MALAYSIA

H: 013-4006206
P: 04-9882701
E: abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
W: abdazizharjin.blogspot.com

Dosa –Dosa Wanita -

Oleh: Maszafirah Binti Ishak

ABSTRAK

Wanita merupakan seorang insan yang lemah. Oleh itu, wanita sentiasa memerlukan dorongan dan tunjuk ajar agar dapat menjadi wanita yang solehah. Perbezaan antara dosa besar dan dosa kecil merupakan masalah tersendiri dan menjadi topic perbahasan yang panjang dalam kalangan ahli-ahli fikah. Wanita muslimah harus tahu bahawa dosa kecil itu boleh diibaratkan satu titik hitam yang kecil di dalam hati. Tetapi lama-kelamaan semua hati boleh menjadi hitam sehingga dosa kecil itu berubah menjadi dosa besar. 

Penghalang utama menghindari dosa adalah taat kepada Allah, takut terhadap seksa dan kemarahan-Nya. Antara dosa –dosa yang selalu wanita melakukukannya ialah masalah bejana, mencabut bulu kening, solat tanpa tudung kepala, wanita menyerupai lelaki, lesbian, tidak taat pada suami. membelanjakan harta suami tanpa pengetahuannya, tidak keluarkan zakat barang perhiasan, dan banyak lagi. 

Diharap selepah ini. agar akan muncul gadis-gadis mukminah, isteri-isteri yang solehah atau ibu mithali yang dapat mendidik anak-anak supaya bertakwa kepada Allah.. 

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah, syukur pada allah. Kaum wanita sentiasa memerlukan pelbagai rujukan dan pendedahan bagi menjelaskan kewajipan amalan –amalan mereka, hal-hal yang disunnahkan dan dimakhruhkan kepada mereka, agar muncul gadis-gadis yang mukminah serta solehah dan bertakwa kepada Allah. 

Oleh itu, saya menyediakan topik mengenai dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, serta kesalahan-kesalahan wanita. Di sini terdapat himpunan dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil khusus kepada wanita. 

BAB 1
MASALAH –MASALAH IBADAH

Ibadah merupakan kewajipan yng di syariatkan oleh Allah SWT. agar dikerjakan setiap umatnya yang beragama islam. Namun di antara ibadah-ibadah ini ada yang sunat untuk dikerjakan yang berfungsi untuk menambahkan kekuatan TAQARUB dan merupakan jalan yang di tempuh untuk sampai ke tingkat dan kedudukan yang lebih tinggi. 

TAHARAH
Taharah dari pengertian etimologi ialah kebersihan dan menjauhkan dari hal-hal kotor. Manakala dari sudut terminology ialah sifat hukum yang seperti menetapkan pembolehan solat, berkenaan dengan apa-apa yang disifatkannya dan diikuti dengan masalah-masalah lain. Antaranya:

1. Masalah Bejana
2. Menyetubuhi wanita haid
3. Wanita solat ketika haid
4. Mencabut bulu kening
5. Membuat tatu
6. Mengikir gigi

SOLAT
Solat maksudnya secara meluas ialah doa. Ini daripada pendapat jumhur ahli bahasa dan fikah serta lain-lainnya. Wanita harus menutup aurat serta suci dari hadas besar apabila ingin mengerjakan solat. wanita perlu dalam keadaan baik ketika menghadap Allah serta melaksanakan salah satu rukun agama, dia lebih baik mengenakan dan muncul dalam keadaan yang paling baik. 

KEIMANAN WANITA
Wanita sebenarnya boleh menjadi imam bagi wanita lain. Tetapi merka tidak boleh menjadi imam bagi lelaki. Menurut pandangan Al-hasan Al-bashry dan Mazhab maliki, wanita tidak boleh menjadi imam bagi wanita lain baik dalam solat fardu mahupun solat nafilah. Tetapi tidak ada dalil yang menyokong pendapat ini. Menurut pendapat-pendapat yang lain, wanita boleh menjadi imam bagi wanita lain dan tidak makhruh. 

Oleh itu, jelas menunjukkan bahawa wanita boleh menjadi imam bagi wanita lain dalam solat fardhu mahupun nafilah. Tetapi jikalau terjadi wanita mengimamkan orang lelaki secara sengaja, maka telah mlakukan dosa besar. 

KELUAR SENDIRIAN
Pendapat daripada Abu Sa’id Al-Khudry berpendapat wanita tidak dibenarkan keluar dengan perjalanan selama 3 hari kecuali bersama keluarganya serta muhrimnya. Manakala daripada Abu Hurairah pula berpendapat wanita tidak boleh keluar dengan jarak perjalanan sehari semalam kecuali bersama muhrimnya. Hal ini sudah dijelaskan kerana selalunya wanita yang berpergian sendirian akan meninggalkan perbuatan cabul dan keji yang lama kelamaan menjurus kepada perbuatan zina. Pengharaman wanita keluar tidak hanya terbatas dengan apa yang disebutkan di sini, iaitu keluar sendirian. Tetapi pengharaman juga berlaku jika wanita bersama lelaki selain muhrimnya walaupun jaraknya tidak jauh meskipun untuk melakukan amal ketaatan seperti mengerjakan haji atau umrah. 

WANITA MENYERUPAI LELAKI
Rasulullah SAW melaknat orang –orang banci (tidak lelaki dan tidak perempuan) dari kalangan lelaki dan di antara wanita yang bersikap seperti lelaki. 

Dari hadis-hadis dan laknat yang disebut di dalamnya dapat disimpulkan bahawa penyerupaan ini termasuk dosa besar. Terdapat 2 pendapat yang menonjolkan mengenai hukum penyerupaan ini di kalangan ulama. 
Penyerupaan itu haram
Penyerupaan itu makruh

PAKAIAN UNTUK TABARUJ
Pakaian wanita yang dimaksudkan untuk tabaruj dan menonjolkan kecantikan dirinya termasuk dosa besar, hal ini kerana ia disertai ancaman yang keras. Tabaruj ialah wanita yang menyelempangkan tudung di kepalanya tetapi tidak menutupinya sehingga rantai, anting-anting, lehernya masih nampak. hal ini kerana itu dimaksudkan berhias dan tabaruj. Antara wanita yang dilaknat ialah wanita yang menampakkan hiasan dan kecantikannya. Pelakunya mendapat kemarahan Allah di dunia dan di akhirat. 

MEMBELANJAKAN HARTA SUAMI TANPA PENGETAHUANNYA
Jika wanita menggunakan harta suaminya tanpa pengetahuannya dia akan berdosa. Jika mendapat izin suaminya dia boleh membelanjakannya. Jika isteri diizinkan untuk menafkahkannya maka pahala bagi keduanya. Jika isteri menafkahkan tanpa izin suami maka pahala bagi suami dan dosa bagi isterinya. Jadi, tidak dapat diragukan, bahawa jika isteri mengeluarkan sedekah dari harta suami tanpa izinnya, maka dia mendapat dosa. 

TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT PERHIASAN
Pada awal permulaan islam, perhiasan dari emas dan perak diharamkan bagi para wanita. Maka dari itu harus dikeluarkan zakat. Namun kemudianperhiasan emas dan perak diperbolehkan. Untuk itu zakat harus dikeuarkan terhadap perhiasan yang berlebihan dan yang disimpan. Oleh itu, wanita yang tidak engeluarkan zakat perhiasannya akan mendapat dosa. Maka wanita muslimah harus memerhatikan zakat perhiasannya. Hal ini baik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan menuju ketaqwaan dan maghrifah. 

SIFAT KEDEKUT ISTERI TERHADAP SUAMI DAN AHLI KELUARGA
Kadang-kadang isteri memiliki harta yang melimpah, sedangkan suaminya tidak memiliki apa-apa. Demi untuk memantapkan sendi-sendi rumah tangga, maka isteri diseur agar tidak kedekut memberikan hartanya kepada suami. Wanita yang kedekut terhadap suaminya adalah wanita yang berdosa, kerana dia menderhakai hisap terhadap dirinya dihadapan Allah. 

BERSETUBUH PADA BULAN RAMADHAN
Orang yang melakukan persetubuhan pada bulan ramadhan harus mengelurakan kafarat. Ia bermaksud jika dia tidak membayar kafarat maka dia mendapat dosa besar. begitu juga isteri yang mengajak suami dan reda melakukan persetubuhan pada bulan ramadhan. Seharusnya dia mengingatkan dan menolaknya dengan cara yang halus. jika dia memaksa, maka hukumannya adalah hokum bagi orang yang mendapat paksaan. 

PUASA SUNAT TANPA IZIN SUAMI
Wanita tidak boleh puasa sunat tanpa izin suaminya. Ini kerana puaanya akan menghalangi pemenuhan haknya. Ketetapan syariat ini dimaksudkan untuk memantapkan rasa cinta dan keselarasan dalam rumah tangga Muslim, dan menyingkirkan hal-hal yang boleh mengeruhkan suasana. Oleh itu, jika isteri puasa sunat tanpa izin suaminya, maka dia berdosa. 

MEMAKAN ATAU MEMASAK MAKANAN YANG HARAMKAN ALLAH
Manusia sudah biasa memberi tugas kepada para wanita agar memasak dan menyiapkan makanan. Hal ini kerana orang yang membantu melaksanakan sesuatu yang diharamkan sama dengan orang yang melakukannya, maka seorang tukang masak makanan yang haram sama dengan orang yang mengusahakan makanan tersebut atau yang memakannya kecuali jika dipaksa. Makanan –makanan yang haramantaranya ialah:
Bangkai
Darah
Daging khinzir
Haiwan yang disembelih atas nama selain Allah
Haiwan tercekik
Haiwan dipukul, di tanduk
Disembelih untuk sembah berhala

WANGIAN WANITA
Wanita hanya boleh memakai wangian ketika bersama suaminya sahaja. Akibatnya jika mengenakan wangian agar baunya boleh dicium lelaki bukan muhrimnya sama dengan menampakkan dirinya di hadapan mereka dan membangkitkan berahi mereka. Maka tidak hairan jika wanita seperti ini disebut sebagai wanita penzina. 

BAB 2
MASALAH MUAMALAH
Pada dasarnya muamalah wanita adalah pergaulan bersama keluarga, sanak saudara, dan suami. Oleh itu, terdapat beberapa masalah yang harus diketahui oleh wanita dalam kaitannya dengan muamalah ini seperti masalah perkahwinanan penceraian. Selain itu, terdapat situasi-situasi yang memaksa wanita untuk bermuamalah dalam pelbagai sector kehidupan. Oleh itu, setiap wanita harus berusaha untuk mengutarakan beberapa perkara yang perlu diwaspadai oleh wanita dalam muamalah. 

PERNIKAHAN
Nikah dari sudut bahasa adalah menyatu dan berpadu. dari sudut syariat nikah ialah akad nikah. Iaitu akad yang mengandungi pembolehan persetubuhan dengan lafaz yang bersifat menikahkan atau yang serupa. Namun, ada sesetengah wanita yang memencilkan diri dan tidak mahu menikah kerana denagn mengatakan masalah peribadi atau pandangan yang terpesong, kerana suka mentafsirkan pelbagai peristiwa membeza-bezakan kegagalan orang lain atau yang pernah dialaminya sendiri. Hal ini tidak boleh terjadi samaada kaum lelaki ataupun wanita. 

MEMPERKECIL-KECILKAN SUAMI
Perbuatan ini dianggap berdosa besar. Hal ini kerana akan menjayuhkan maruah keluarga. Selalunya perkara seperti ini lebih sering dilakukan oleh kelompok wanita. Mereka sangat berbual kosong sehingga melebihi had dengan orang lain, sehingga akhirnya memperkecil-kecilkan suami sendiri. 

KETAATAN WANITA YANG DITALAK TIGA UNTUK MELAKUKAN TAHLIL
Tahlil ialah perkahwinan seorang wanita yang ditalak tiga dengan lelaki lain, agar suaminya yang pertama dan talah menjatuhkan talak tiga kepadanya dapat dinikahinya semula setelah dia diceraikan oleh suami keduanya. 

Oleh kerana didorong oleh cinta yang buta, adakalanya sesetengah wanita yang sudah ditalak tiga mahu kahwindengan seorang lelaki yang diniati untuk bercerai agar dia boleh kahwin semula dengan bekas suaminya yang telah menceraikannya dengan talak tiga. Orang yang melakukan tahlil dan yang ditahlil sama-sama mendapat dosa. 

BERSETUBUH DI HADAPAN ORANG LAIN
Persetubuhan yang dilakukan oleh suami isteri di hadapan orang lain ini termasuk dalam dosa besar. Perbuatan ini menunjukkan ceteknya pengetahuan agama mereka yang melakukannya. Perbuatan ini telah jelas merosakkan fikiran dan mental orang lain yang melihatnya. Malah kesan yang akan timbul boleh menjadi besar dari apa yang difikrkan. Selain itu, kedua-duanya boleh diibaratkan syaitan, yang suka bersetubuh agar boleh dilihat oleh orang lain. 

PERNIKAHAN WANITA TANPA WALI
Tidak dapat digusarkan perikahan wanita tanpa redha walinya merupakan dosa kecuali jika penolakannya dengan alas an yang tidak logic. Jika hal ini terjadi maka dia boleh mengadukan masalahnya ke pejabat Negara. 

ISTERI MENOLAK AJAKAN SUAMI
Kita dapat mengetahui dengan jelas bahawa isteri harus mencari keredaan suami dan seboleh-bolehnya jangan membuatkan kemarahannya naik. Dengan ini suami boleh memperoleh kenikmatan yang mudah dari isteri. Tetapi tidak boleh melakukan semasa isteri haid atau nifas kecualisetelah dia sudah mandi dan darahnya sudah berhenti. Isteri harus menempatkan dirinya seperti layaknya budak yang dimiliki oleh suaminya. Isteri harus mendahulukan hak-hak suami daripada hak kerabatnya sendiri, malah adakalanya dia harus mendahulukan hak suami daripada haknya sendiri. Isteri tidak boleh angkuh kerana kecantikannya dan tidak boleh mencela keburukan diri suaminya. Kesimpulannya, isteri tidak boleh menolak permintaan suami kerana jika isteri menolak permintaan suami ia tergolong dalam orang yang melakukan dosa besar. 

ISTERI MEMINTA CERAI TANPA ADA SEBAB KEKERASAN
Di dunia ini jelas menunjukkan bahawa ia penuh dengan cubaan yang keras sehigga kadang-kadang hal ini memaksa wanita terasa tertekan hatinya. Dia hanya mahu jalan penyelesaian yang termudah dan terbaik lalu meminta cerai daripada suaminya. Oleh itu, dia harus menyedari akibatnya meminta cerai daripada suami dan harus sedari kesan perbuatan serta harus tahu bahawa hal ini tergolong dalam melakukan dosa besar. 

TIDAK BERKABUNG ATAS KEMATIAN SUAMI
AL-Quran dan Sunnah menunjukkan bahawa seorang wanita yang ditinggal oleh sebab kematian suaminya harus tetap berada di dalam rumahnya. Hal ini merupakan ketetapan baginya sehingga tamat tempoh waktu iddahnya. Selepas tamat tempoh dia boleh menikah lagi. Jika dia tidak melakukannya ini beerti dia menyalahi syariat Allah dan jalanNya dan ini beerti dia berdosa. 

MENDATANGI PERAMAL DAN DUKUN
Dukun ialah seorang yang mengkhabarkan hal-hal yang terselindung. Sesetengah yang dinyatakan oleh dukun kadangkala benar tetapi kebanyakannya diantaranya adalah salah. Peramal juga seperti dukun. Menurut para ulama, menggunakan khidmat dukun atau peramal adalah dosa besar. Ramai wanita yang suka menggunakan khidmat dukun dan peramal. 

BERLAGAK SEBAGAI WANITA SOLEHAH
Kini di Negara kita ramai wanita yang bersikap seperti wanita-wanita solehah dan mengenakan pakaian seperti wanita solehah. Padahal mereka adalah orang-orang yang paling jauh dari agama Allah dan melakukan kewajipanNya. Mereka juga adalah orang-orang paling keras dalam melanggar hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Walaubagaimanapun kita tidak boleh menyuruh mereka menanggalkan pakaian mereka kerana mereka tetap sebagai muslimah. Hanya kita perlu mengingatkan kepada mereka mengenai kemurkaan Allah. 


LESBIAN
As-sihaq atau lesbian adalah hubungan sejenis antara perempuan dengan perempuan. Tidak dapat di ragukan perbuatan ini termasuk dalam dosa besar. Hal ini beerti dosa lesbian lebih besar dari dosa besar. Maksudnya dosa lesbian lebih besar daripada zina sendiri yang diqiyaskan kepada homoseksual. 

MENYAKITI TETANGGA
Wanita sering dikatakan menykiti wanita lain dalam kehidupan berjiran, apabila hidup di dalam satu kelompok yang ramai seperti perkampungan. Hal ini berlaku kerana mereka sering bertemu, berpeleseran ke sana ke mari bersama, dan berbual kosong. Ini seterusnya akan menimbulkan perselisihan faham dan pergaduhan. Tidak dapat di nafikan, akhirnya perbuatan ini akan tercenderung kepada untuk saling menyakiti. 

PENUTUP

“tangan yang menghayun buaian mampu menggoncang dunia”, ”Pemudi tiang Negara”. Ini adalah diantara perumpamaan-perumpamaan yang di tujukan kepada wanita. Kini, wanita ingin bersaing dengan kaun lelaki. Bagaimanapun wanita wajib dibimbing, sehigga mengetahui semua perkara agar segala perbuatan mereka tidak melanggar landasan agama islam. Wanita harus mengetahui segala bentuk dosa kecil dan dosa besar yang kebiasaannya meliputi pelbagai masalah seperti ibadah, muamalah dan banyak lagi. Oleh itu, tajuk dosa-dosa wanita ini dituju untuk wanita supaya menjadi panduan agar muncul gadis-gadis mukminah, isteri solehah, atau ibu mithali yang dapat mendidik anak-anak supaya bertaqwa kepada Allah. 

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau
Perlis
MALAYSIA

H: 013-4006206
P: 04-9882701
E: abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
W: abdazizharjin.blogspot.com